sampaikanlah walau satu ayat

Minggu, 28 Maret 2010

ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN
Oleh : Abdullah Khoir

Senin, 16 Nopember 2009 saya mengikuti seminar dengan tema Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Pembicara dalam acara tersebut adalah Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud pakar pendidikan Malaysia sekaligus murid dan sahabat Syed Muh. Naquib Al Attas, pengusung ide Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Seminar ini diadakan di gedung Pasca Sarjana UMS. Yang menarik, menurut Prof Wan -begitu Prof ini biasa dipanggil- Islamisasi ini diperlukan disaat pengaruh barat luar biasa besar. Barat mengembangkan ilmu hanya didasari akal semata, sementara kaum muslimin dalam mengembangkan ilmu selain selain dengan akal juga dengan keimanan dan keyakinan.

Wajah barat yang nampak sekuler karena menceraiberaikan antara ilmu dan agama, melenyapkan wahyu sebagai sumber ilmu, memisahkan wujud dari yang sakral, meredusir intelek kepada rasio dan menjadikan rasio yang manjadi basis keilmuan, menyalah-pahami konsep ilmu, mengaburkan maksud dan tujuan ilmu yang sebenarnya, menjadikan keraguan dan dugaan sebagai metodologi ilmiah ; dan menjadikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai etika dan moral, yang diatur oleh rasio manusia, berubah dengan abadi.

Islamisasi Ilmu Pengetahuan menurut Prof. Dr. Wan Mohd Daud bersifat alami, memasuki ruang dan waktu karena sifat islam yang universal. Selama ini kita hanya menerima dan mengamini ilmu yang datang dari barat tanpa ada sifat kritis, sehingga worldview dan pola hidup kita barat walau sebagai seorang muslim. Identitas yang tampak lebih kebaratan daripada islam. Islam hanya kita letakkan sekedar bagian dari sejarah masa lalu.

Selama ini, terjadi keterkejutan umat Islam melihat barat yang maju dan modern. Keterkukungan ini menyebabkan mereka shock, minder dan merasa rendah diri. akibatnya, terjadilah penghambaan terhadap barat. Umat Islam tidak membaca barat dengan kritis.

Islamisasi Ilmu Pengetahuan mulai menjadi tema menarik sejak tahun 1970. Dua tokoh cendekiawan muslim yang konsen menyuarakan masalah ini adalah Syed Muhamamd Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi. Menurut Al-Atas islamisasi ilmu pengetahuan mengacu kepada upaya mengeliminir unsur-unsur serta konsep-konsep pokok yang membentuk kebudayaan dan peradaban Barat, khususnya dalam ilmu-ilmu kemanusiaan. Tercakup dalam unsur-unsur dan konsep ini adalah cara pandang terhadap realitas yang dualistik, doktrin humanisme, serta tekanan kepada drama dan tragedi dalam kehidupan rohani sekaligus penguasaan terhadapnya. Setelah proses ini dilampaui, langkah berikutnya adalah menanamkan unsur-unsur dan konsep pokok keislaman. Sehingga dengan demikian akan terbentuk ilmu pengetahuan yang benar; ilmu pengetahuan yang selaras dengan fitrah. Dalam bahasa lain, islamisasi ilmu pengetahuan menurut Al-Atas dapat ditangkap sebagai upaya pembebasan ilmu pengetahuan dari pemahaman berasaskan ideologi, makna serta ungkapan sekuler. Singkatnya menurut Al-Attas sukses tidaknya pengembangan islamisasi ilmu tergantung pada posisi manusia itu sendiri (subjek ilmu dan teknologi).

Sementara menurut Ismail al Faruqi, islamisasi ilmu pengetahuan dimaknai sebagai upaya pengintegrasian disipilin-disiplin ilmu modern dengan khazanah warisan Islam. Langkah pertama dari upaya ini adalah dengan menguasai seluruh disiplin ilmu modern, memahaminya secara menyeluruh, dan mencapai tingkatan tertinggi yang ditawarkannya. Setelah prasyarat ini dipenuhi, tahap berikutnya adalah melakukan eliminasi, mengubah, menginterpretasikan ulang dan mengadaptasikan komponen-komponennya dengan pandangan dunia Islam dan nilai-nilai yang tercakup di dalamnya.

Tampaknya diskusi tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan ini perlu mendapatkan tempat yang lebih luas dikalangan kaum muslimin. Hal ini diperlukan agar kaum muslimin tidak memandang barat dengan segala-galanya dan bahkan cenderung menerima tanpa kritik. Dengan demikian diharapkan tidak lahir cendekiawan-cendekiawan muslim yang berpikiran sekular dan liberal yang menghilangkan ruh Islam yang ada dalam dirinya.(An Najah, 17-11-2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar